Rabu, 24 November 2010

Intisari Psikologi Abnormal (Bahasa Indonesia, Durand & Barlow)



Order: 087838185995
Email : Hakimpsi@yahoo.com


Pengantar
Sampai beberapa tahun silam, ilmu psikopatologi terkompartementalisasi, di mana sebagian pakar psikopatologi menelaah efek-efek dari pengaruh psikologis, sebagian menelaah efek-efek dari pengaruh biologis, dan sebagian lainnya menelaah efek-efek dari pengaruh sosial. Pendekataan ini masih tercermin di dalam tulisan-tulisan di media populer yang menulis tentang, misalnya, gen yang baru saja ditemukan, disfungsi biologis (ketidakseimbangan kimiawi), atau pengalaman di masa kanak-kanak sebagai “penyebab” gangguan psikologis. Cara berpikir ini masih mendominasi pelbagai diskusi tentang kausalitas dan penanganan yang tercantum di dalam buku-buku teks psikologi, contohnya: “Pandangan psikoanalitis tentang gangguan ini adalah ...,” “pandangan biologisnya adalah ....,” dan, seringkali, di bab yang lain disebutkan, “pendekatan penanganan psikologis untuk gangguan ini adalah....,” “pendekatan penananan kognitif-perilakunya adalah ....,” atau “pendekatan penanganan biologisnya adalah ...”
            Di edisi pertama buku ini kami berusaha melakukan hal yang sangat berbeda. Kami beranggapan bahwa bidang ini telah berkembang sampai ke titik yang siap untuk menerima pendekatan integratif, di mana interaksi yang ruwet antara faktor-faktor biologis, psikologis, dan sosial dijelaskan dengan sejelas dan semeyakinkan mungkin. Ledakan kemajuan pengetahuan yang terjadi baru-baru ini menguatkan bahwa pendekatan ini merupakan satu-satunya cara yang viable untuk memahami psikopatologi. Salah satu contohnya, Bab 2 sekarang berisi diskripsi tentang studi yang menunjukkan bahwa kejadian hidup yang stressful dapat mengakibatkan depresi, tetapi tidak semua orang menunjukkan respon semacam ini. Tampaknya, stres lebih cenderung mengakibatkan depresi pada orag-orang yang sudah membawa gen tertetu yang mempengaruhi serotonin di dalam sinapsis-sinapsis otak. Hasil-hasil ini menguatkan pendekatan integratif buku ini: Gangguan psikologis tidak mungkin dijelaskan hanya oleh faktor genetis atau lingkungan saja, tetapi oleh interaksi antara keduanya. Sekarang kita mengerti bahwa faktor psikologis dan sosial secara langsung mempengaruhi fungsi neurotransmiter dan bahkan ekspresi genetik. Di samping itu, kita tidak mungkin mempelajari proses perilaku, kognitif, maupun emosional tanpa melihat kontribusi faktor biologis dan sosial terhadap ekspresi psikologis dan psikopatologis. Alih-alih mengkompartementalisasikan psikopatologi, kami menggunakan pendekatan yang lebih aksesibel, yang merefleksikan secara akurat status ilmu klinis kita saat ini.

Pendekatan Integratif
Seperti dikemukakan di atas, edisi pertama buku kami telah mempelopori sebuah generasi textbook psikologi abnormal baru yang menawarkan sebuah perspektif yang bersifat integratif dan multidimensional. (Kami membahas pendekatan-pendekatan satu dimensi seperti pendekatan biologis, psikososial, dan supranatural di bagian yang kami sebut sebagai tren-tren historis).  Kami memasukkan cukup banyak bukti baru tentang pengaruh resiprokal antara biologi dan perilaku serta pengaruh psikologis dan sosial pada biologi. Contoh-contoh yang kami berikan mampu menyedot perhatian para mahasiswa. Sebagai contoh, kami mendiskusikan tentang kontribusi genetik pada perceraian, efek-efek pengalaman sosial dan perilaku di masa kanak-kanak pada fungsi dan stuktur otak di kelak kemudian hari, informasi baru tentang hubungan jaringan sosial dengan influenza, dan data baru mengenai penanganan psikososial untuk kanker. Kami menekankan tentang fakta bahwa di dalam fenomenon seperti implicit memory (ingatan implisit) dan blind sight (penglihatan yang buta), yang mungkin memiliki pelbagai paralel di dalam pengalaman disosiatif, ilmu psikologi memberikan konfirmasi tentang adanya ketidaksadaran (meskipun tidak mirip dengan kancah konflik yang meledak-ledak seperti yang dikonsepkan oleh Freud). Kami menyajikan bukti-bukti baru yang memberikan konfirmasi tentang efek psikologis pada aliran neurotransmiter dan fungsi otak. Kami juga membahas tentang bidang teori emosi yang sering diabaikan, meskipun emosi memiliki kontribusi yang kaya terhadap psikopatologi, contohnya adalah efek kemarahan pada penyakit jantung. Kami merajut pelbagai temuan ilmiah dari studi-studi tentang emosi dengan temuan-temuan tentang perilaku, biologi, kognisi, dan sosial, untuk dijadikan sebagai alas-terintegrasi dari psikopatologi.

Pengaruh Perkembangan Seumur-Hidup
Tidak ada pandangan moderen tentang psikologi abnormal yang dapat menafikan pentingnya faktor-faktor perkembangan seumur-hidup pada manifestasi dan penanganan psikopatologi. Oleh karena itu kami senantiasa mempertimbangkan tentang pentingnya perkembangan di sepanjang buku ini. Sebagai contoh, kami membahas tentang kecemasan pada anak-anak dan pada orang-orang lanjut usia di dalam konteks gangguan kecemasan. Organisasi semacam ini, yang sebagian besar konsisten dengan DSM-IV, membantu para mahasiswa untuk melihat pentingnya mempelajari masing-masing gangguan sejak dari masa kanak-kanak sampai dewasa. Kami mencatat temuan-temuan tentang hal-hal yang terkait dengan perkembangan di bagian khusus di setiap bab yang membahas tentang gangguan. Bila kami anggap perlu, kami juga mendiskusikan tentang bagaimana faktor perkembangan tertentu mempengaruhi penyebab dan penanganan gangguan yang dimaksud.

Pendekatan Ilmuwan-Praktisi
Kami menjelaskan secara cukup panjang-lebar tentang mengapa pendekatan ilmuwan-praktisi terhadap psikopatologi bukan saja praktis tetapi juga ideal. Seperti kebanyakan kolega kami, kami menganggap hal ini bukan sekadar kesadaran sederhana tentang bagaimana temuan-temuan ilmiah dapat diterapkan pada psikopatologi. Kami menunjukkan bagaimana setiap klinisi memberikan kontribusi terhadap pengetahuan ilmiah secara umum melalui observasi klinisnya yang tajam dan sistematis, analisis fungsionalnya terhadap pelbagai studi kasus, dan observasi sistematisnya terhadap serangkaian kasus di dalam konteks-konteks klinis. Sebagai contoh, kami menjelaskan bagaimana informasi tentang fenomena disosiatif yang diberikan oleh para pakar teori psikoanalisis awal masih tetap relevan sampai hari ini. Kami juga menjelaskan metode-metode formal yang digunakan oleh para ilmuwan-praktisi, yang memperlihatkan betapa abstraknya disain-disain penelitian yang diimplementasikan di dalam pelbagai program riset.

Kasus-kasus Klinis Riil
Kami memperkaya buku ini dengan riwayat-riwayat klinis untuk mengilustrasikan temuan-temuan ilmiah mengenai penyebab dan penanganan psikopatologi. Kami berdua telah menjalankan beberapa klinik selama bertahun-tahun, sehingga 95% dari kasus-kasus yang dicontohkan di dalam buku ini kami ambil dari fail-fail kami sendiri. Kasus-kasus tersebut menjadi kerangka acuan yang sangat menarik untuk temuan-temuan yang kami diskripsikan. Sebagian besar bab dimulai dengan diskripsi sebuah kasus. Sebagian diskusi tentang teori dan riset terbaru dihubungkan dengan kasus-kasus yang benar-benar manusiawi ini.

Diskripsi Terinci Tentang Gangguan
Kami membahas pelbagai gangguan psikologis utama di tidak kurang dari 10 bab, yang difokuskan pada tiga kategori besar: diskripsi klinis, faktor penyebab, dan penanganan beserta hasilnya. Kami memberikan perhatian yang cukup banyak pada studi-studi kasus dan kriteria DSM-IV. Kami juga memasukkan data statistik, seperti angka prevalensi dan insiden, rasio jenis kelamin, umur onset, dan course (perjalanan) atau pola umum gangguan secara keseluruhan. Di seluruh bagian buku ini kami mengeksplorasi bagaimana dimensi biologis, psikologis, dan sosial dapat berinteraksi untuk menyebabkan timbulnya gangguan tertentu. Terakhir, dengan membahas penanganan dan hasilnya di dalam konteks gangguan tertentu, kami menjelaskan makna realistis dari praktek klinis.

Penanganan
Salah satu inovasi yang kami lakukan di ketiga edisi yang pertama adalah bahwa kami mendiskusikan penanganan di dalam bab yang sama dengan gangguannya sendiri dan bukan di dalam bab tesendiri. Pendekatan ini didukung oleh perkembangan prosedur penanganan psikososial dan farmakologis yang bersifat spesifik untuk masing-masing gangguan. Kami tetap mempertahankan format integratif ini dan bahkan berusaha meningkatkannya. Untuk itu kami memasukkan prosedur penanganan di dalam istilah-istilah kunci yang terdapat di setiap bab maupun di dalam glosari.

Isu-isu Hukum dan Etik
Di bab penutup kami mengintegrasikan banyak pendekatan dan tema yang telah didiskusikan di sepanjang buku ini. Kami memasukkan studi kasus mengenai orang-orang yang pernah terlibat langsung di pelbagai isu hukum maupun etik dan di dalam pemberian pelayanan kesehatan mental. Kami juga memberikan konteks historis untuk perspektif yang kami ambil saat ini sehingga para mahasiswa dapat memahami efek-efek dari pengaruh sosial dan kultural pada isu-isu hukum maupun etik.

Keanekaragaman
Isu budaya dan gender merupakan isu-isu integral bagi studi tentang psikopatologi. Di sepanjang buku ini kami mendiskripsikan pelbagai pemikiran yang ada saat ini tentang aspek-aspek gangguan mana yang spesifik secara kultural dan mana yang universal, serta tentang efek-efek peran gender yang kadang-kadang membingungkan. Sebagai contoh, kami mendiskusikan informasi saat ini tentang topik-topik seperti ketidakseimbangan gender pada depresi, bagaimana gangguan panik diekspresikan dengan cara yang berbeda di pelbagai budaya di Asia, perbedaan etnik pada gangguan makan, dan diagnosis ADHD di luar Amerika Serikat. Jelas, bidang kita akan semakin mendalam dan terinci ketika subjek-subjek ini dan subjek-subjek lainnya menjadi topik penelitian standar. Sebagai contoh, mengapa sebagian gangguan sebagian besar dialami oleh perempuan dan yang lainnya sebagian besar dialami oleh laki-laki? Dalam menjawab pertanyaan semacam ini, kami berpegang erat pada ilmu pengetahuan, dengan menekankan bahwa gender dan budaya masing-masing adalah salah satu di antara beberapa dimensi yang dapat mempengaruhi psikopatologi.
            Indeks Budaya dan Indeks Gender akan membantu Anda menemukan tempat-tempat tertentu di dalam buku ini, di mana isu budaya dan geneder didiskusikan di dalamnya.

Hal-hal Baru di Edisi Ini
Pemutakhiran Menyeluruh
Bidang  yang sangat menarik ini bergerak dengan sangat cepat, dan kami sangat bangga karena buku kami mampu merefleksikan perkembangan yang paling mutakhir. Edisi keempat dari Essentials of Abnormal Psychology ini mengalami pemutakhiran menyeluruh, dengan memasukkan ratusan studi baru tentang pelbagai gangguan psikologi dn penanganannya. Di Bab 8, ”Gangguan Makan dan Tidur,” ditambahkan satu bagian baru tentang obesitas. Sesuai dengan dikarakteristisasikannya obesitas sebagai epidemi yang tumbuh dengan cepat oleh badan-badan kesehatan, pembahasan tentang isu ini menggarisbawahi prevalensi, penyebab, dan penanganan obesitas dari perspektif psikopatologis. Bab 10 diganti judulnya menjadi “Gangguan Terkait-Substansi dan Pengendalian-Impuls” untuk merefleksikan ditambahkannya sebuah bagian baru di bagian akhir bab mengenai gangguan-gangguan pengendalian-impuls. Gangguan-gangguan yang dimasukkan di bagian baru ini adalah gangguan eksplosif, kleptomania, piromania, kebiasaan berjudi yang patologis, dan trikotilomania.
            Bab mengenai gangguan kecemasan (Bab 4), gangguan suasana perasaan (Bab 6), skizofrenia (Bab 12), dan gangguan perkembangan (Bab 13) adalah bab-bab yang paling banyak mengalami revisi, meskipun seluruh bab juga mengalami pemutakhiran dan penyegaran yang cukup signifikan. Beberapa perubahan di dalam edisi ini termasuk:
ú  Di Bab 2, sebuah studi penting oleh Caspi dan kawan-kawan (2003) mengenai interaksi antara gen dan lingkungan didiskripsikan secara terinci, disertai penambahan sebuah grafik baru (Gambar 2.3) yang menggambarkan temuan-temuan tentang bagaimana pengaruh genetik dan lingkungan saling berinteraksi dalam menghasilkan depresi berat pada orang dewasa. Hasil penelitian ini menguatkan penekanan kami pada model integratif dari psikopatologi.
ú  Di Bab 3, sebuah tabel baru, “Ikhtisar untuk Kemungkinan Sistem Multiaksis Masa Depan” (Tabel 3.2) dimasukkan untuk memperlihatkan kemungkinan arah baru di dalam DSM-V yang akan datang.
ú  Bagian etika penelitian di Bab 3 sekarang memasukkan diskusi tentang Deklarasi Helsinki, yang memiliki implikasi penting bagi penggunaan kontrol plasebo di dalam protokol-protokol penelitian.
ú  Di dalam pembahasan tentang penyebab gangguan kecemasan di Bab 4, penjelasan yang meluas tentang “triple vulnerability theory” memasukkan sebuah grafik baru (Gambar 4.2) yang menggarisbawahi ketiga macam kerentanan ini.
ú  Penelitian baru yang dilakukan oleh Devon Hinton dan rekan-rekan sejawatnya tentang manifestasi gangguan panik di kalangan pengungsi Khmer di Amerika Serikat sekarang didiskripsikan secara cukup terinci di Bab 4, menggarisbawahi adanya variasi kultural yang menarik.
ú  Di Bab 5 kami mengutip penelitian baru tentang laporan-laporan mutakhir dari kesuksesan awal penanganan dengan obat untuk hipokondriasis.
ú  Penelitian penting baru mengenai ko-okurensi tipe-tipe depresi tertentu pad aorang-orang kembar (oleh McGuffin dan kawan-kawan, 2003) disajikan di Bab 6, disertai dengan sebuah Grafik (Gambar 6.2).
ú  Di bagian mengenai penanganan psikologis untuk gangguan bipolar di Bab 6, studi-studi baru yang menunjukkan keberhasilan penanganan yang difokuskan pada keluarga dikutip dan didiskripsikan, dan sebuah grafik baru yang mendasarkan diri pada temuan-temuan D.J. Miklowitz dan kawan-kawan (2003) ditambahkan. Grafik ini menggambarkan efektivitas penanganan yang difokuskan pada keluarga.
ú  Juga di Bab 6, studi-studi baru yang dikutip merinci efektivitas transcranial magnetic stimulation (TMS) (stimulasi magnetik transkranial) dalam penanganan depresi berat atau depresi psikotik, yang menunjukkan bahwa TMS sama efektifnya (dan mungkin berpotensi menjadi alternatif yang baik) dengan ECT.
ú  Bab 7 sekarang memasukkan informasi baru mengenai epidemiologi, faktor-faktor risiko psikologis, dan penanganan psikologis untuk sindroma kelelahan kronis.
ú  Di Bab 8, sebuah studi kasus baru dimasukkan di bagian insomnia primer: “Sonja: School of Her Mind.” Kasus Sonja mengilustrasikan bagaimana kecemasan tentang pekerjaan dapat memperburuk gangguan tidur yang sudah ada.
ú  Di Bab 9, penelitian baru  yang menarik yang dilaksanakan oleh Bancroft, Loftus, dan Long (2003) dikutip. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun ada persentase signifikan dari wanita heteroseksual dan memiliki hubungan jangka panjang yang melaporkan tentang adanya kriteria disfungsi sosial tertentu, banyak di antara mereka yang tidak merasakan distres akibat keadaan tersebut.
ú  Sebuah boks fitur baru di Bab 11 difokuskan pada pertanyaan “Dapatkah Gangguan Kepribadian Ambang Muncul Tanpa Adanya Trauma?” Boks ini beberapa kontroversi di seputar asumsi bahwa orang-orang yang mengalami gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder) yang tidak melaporkan penganiayaan pada masa kanak-kanak mungkin memang tidak ingat atau sengaja tidak melaporkan tentang kejadian tersebut.
ú  Di Bab 12 penelitian baru yang signifikan tentang smooth-pursuit eye movement dan abnormal eye tracking sebagai marker untuk skizofrenia yang dilakukan oleh Thaker dan Avila (2003) sekarang didiskripsikan dengan disertai sebuah grafik baru (Gambar 12.5).
ú  Masih di Bab 12, seluruh bagian tentang pengaruh neurobiologis skizofrenia ditulis ulang untuk merefleksikan perubahan dramatis dalam pemahaman kita tentang peran yang dimainkan oleh unsur-unsur kimiawi otak pada skizofrenia.
ú  Di Bab 13, sebuah boks fitur baru ditambahkan, yaitu tentang “Apakah ADHD Berbeda pada Anak-anak Perempuan?” Boks ini mengeksplorasi kontroversi di seputar perbedaan gender di dalam ADHD. Sebagai tambahan, sejumlah temuan penelitian baru tentang penyebab dan penanganan ADHD sekarang dimasukkan ke dalam bab ini.
ú  Sebuah sub-bagian baru ditambahkan pada Bab 14, yaitu tentang jurisrudensi terapeutik, yang mendiskripsikan tentang penggunaan “problem-solving courts,” sebuah tren besar dalam hal hubungan sistem peradilan dengan orang-orang yang memiliki gangguan psikologis.

Penulis.

V. Mark Durand
David. H. Barlow


Order: 087838185995
Email : Hakimpsi@yahoo.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 

© Newspaper Template Copyright by Toko Buku Psikologi | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks